Uminaufal's Blog

Ilmu yang tdk diamalkan tidak akan membawa manfaat apa2 bagi yang memilikinya. Tapi sebaliknya ilmu yang diamalkan, diajarkan dan dibagikan, akan memberikan manfaat yang sangat banyak. Agak terenyuh dengan diri sendiri sebenarnya berkaitan dengan kalimat pembukanya. Selama hampir 3 tahun ini saya sedikit banyak mencari berbagai info tentang homeschooling dan berbagai hal tentang home schooling, tapi pada akhirnya apa yg saya baca tak pernah saya lakukan.
Anak sy Naufal yg paling besar saat ini 6 tahun, tetap berangkat sekolah tiap hari (mulai playgroup sampai TK B). meskipun frekusensi bolos juga lumayan tinggi.

Merasa sangat tertohok saat ada teman ortu siswa di TK memutuskan untuk menghomeschoolingkan anaknya, karena merasa kurang cocok dengan lingkungan sekolah yang ada. Lalu saya kapan ya?? Padahal keinginan yang sama sudah ada sejak sekian tahun yang lalu tapi tak kunjung terealisasi juga. Alasan utamanya sih ya klasik, sibuk dengan tanggung jawab usaha dan pekerjaan. Sehingga pada akhirnya keinginan tinggal keinginan.

Saya sendiri sebenarnya takut untuk mengambil langkah besar tsb, karena pada akhirnya, saya takut tak bisa bertanggung jawab penuh atas pendidikan anak saya. Ketika saya memutuskan utk home schooling, maka otomatis semua tanggung jawab pengasuhan sekaligus pendidikan ada pada saya, tdk terbagi lagi pada guru atau institusi sekolah.
Dan saya merasa tidak siap untuk itu. Karena selama ini waktu saya dan suami hampir sebagian besar habis pada pekerjaan, mengurus perdagangan yang semestinya tak perlu serumit itu, tapi entahlah, sampai saat ini, saya merasa belum bisa cukup adil dan disiplin dalam mengalokasikan waktu untuk anak2 saya. Saya takut justru ketika home schooling yang tujuan awalnya demi kebaikan anak malah justru menjerumuskan anak. Baca entri selengkapnya »

Entah sdh berapa bulan terakhir ngga update tulisan di wordpress, padahal tiap hari dipikiran selalu ada hal yang mau ditulis, hari ini tentang ini, besok lagi tentang itu, banyak yg berseliweran tapi tak satupun yg jadi tulisan. Sayang banget padahal, tapi kondisi memang agak kurang mendukung. Bulan2 belakangan aktifitas siang hari saya lebih banyak di toko, sambil asuh anak2. Saat pulang sudah malam, dan jarang punya kesempatan buat bisa nulis. Kalaupun ada biasanya sdh terlanjur cape dan memilih untuk istirahat.

Malam ini terasa diingatkan kembali, akan banyaknya nikmat yang telah Allah limpahkan kepada keluarga kami. Sepulang dari toko langsung jenguk karyawan yang habis lahiran, kerjanya sih dl baru 6 bulanan. Begitu hamil muda ada banyak komplikasi pada kehamilannya jadi terpaksa resign. Pas lihat kondisi rumahnya, langsung mak jleb. Rumahnya yg kecil, entah dibagi berapa keluarga, dari pintu depan langsung kamar tidur, dengan alas semen yang sdh mulai rusak. Hanya dialas karpet dan kasur tipis, disitulah sang bayi, Ibu, kakak dan suami tidur jadi satu. Baca entri selengkapnya »

Setelah 30 tahun lebih menikmati karunia yang bernama kehidupan, akhirnya saya bisa meyakini, cukup dengan bermimpi, tidak melepaskannya sambil terus berusaha, maka Allah lah yang akan mewujudkan mimpi2 kita, dengan jalan yang bahkan kadang tak kita duga.
Dulu saat saya masih kecil, seumuran SD saya selalu berpikir, andai saja saya bisa sekolah di SMP yang bagus,seperti anak Pak Lurah yang cantik dan rajin, yang selalu jadi bintang kelas. Tak disangka Bapak saya yang hanya seoarang petani dan buruh jahit begitu bersemangat mendaftarkan saya ke SMP favorit di kota kecil saya. Yang akhirnya saya bisa bersekolah di sana, dan siapa nyana, saya yang anak kampung pun tak kalah berprestasi dengan anak yang lainnya.
Mulai saat itu juga, selalu tergambar dalam benak saya, bahwa kelak saya harus menamatkan pendidikan saya sampai perguruan tinggi. Meskipun saat itu tak pernah tergambar juga, apa mungkin ya saya bisa. Darimana Bapak dan Ibu saya akan membiayai kuliah saya, wong kadang untuk bayar SPP saat SMP yang waktu masih Rp 8.000 saja masih sering nunggak beberapa bulan, kalau mau tes cawu (caturwulan) baru dilunasin. Baca entri selengkapnya »

Seingat saya dulu, biasanya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi, daftarnya ya kalau sudah lulus dari sekolah yg sekarang dijalani. Tapi kalau sekarang koq beda banget ya, tahun ajaran baru dimulai bulan Juli. Tapi mulai bulan Februari, Maret orang2 koq udah pada heboh ngomongin dan daftar buat sekolah anaknya. Sama saja, mulai dari SD sampai SMA.

Saya sendiri masih bingung, untuk tingkat SD Naufal mau saya masukkan ke mana. Karena ada banyak pertimbangan yang ada dalam pikiran saya dan suami. Mau masuk SD negeri, agak ngeri dengan pergaulan dan sistem pengajaran yang kayanya masih kurang baik. Selain itu pendidikan agamanya kurang.
Mau masuk MIN yang porsi pelajaran agamanya lebih banyak, agak ragu bisa masuk apa ngga disekolah yang dituju, karena dengar2, syarat umurnya minimal 6,5 tahun. Juli nanti Naufal baru genap 6 tahun. Mau TK lagi takut sudah bosan karena sudah 3 tahun sejak playgroup (meskipun, sekolahnya sehari masuk, sehari bolos).
Mau dimasukkan ke SDIT yang dekat rumah, biayanya mahal (menurut Ibu2 lain di TK) dan beban pelajarannya terlalu berat. Saya sih cenderung sampai tingkat SD belajarnya yang santai2 saja, yang penting pembentukan sikap dan kepribadiannya masuk. Baca entri selengkapnya »

Pulang nganterin Naufal pagi ini, lihat mas2 yang sedang nyapuin jalan di depan tokonya, srak srek..rapih banget..ehh tapi koq, sampahnya dimasukin ke saluran air yang ada di bawah jalan ya…
Yeayyy, itulah memang potret masyarakat kita, yang sebagian masih belum peduli dengan hal2 spt itu…saluran air di sisi jalan raya yang sdh dibuat dengan dana yang besar dan buatnya pun susah..dipenuhi dengan sampah tiap hari, dan kebanyakn plastik…Nah klu udah mampet tuh saluran air, ngebersihinnya bakalan susah, wong celahnya aja ngga seberapa besar, ada sih saya lihat bukaan2 untuk mengecek saluran, tapi kalau untuk ngebersihin dijamin susah banget..Terus kalau kemudian banjir, karena saluran air penuh sama sampah siapa yang salah yaa..
Paling banter orang nyalahin pemerintah, ngga nyadar bahwasanya seringkali kita sendiri memberikan kontribusi juga Baca entri selengkapnya »

Jodoh memang sungguh adalah rahasia Allah. Bisa diupayakan, tapi hasil akhirnya tentu saja hanya Allah lah yang mengetahui. Seperti halnya dengan kakak iparku, tetehku yang sungguh baik, tapi belum juga bertemu jodohnya. Kalau dipikir2, sebagai wanita tetehku ini hampir tidak ada kurangnya (sempurna sih tidak ya..). Beliau ini cantik dan rajin merawat diri, sehingga saat usia menjelang 50 tahun pun masih tetap cantik. Pandai memasak, menjahit, rajin bersih2, sabar dan telaten mengurus anak. Pokoknya kalau jadi Ibu udah paling top deh. Baca entri selengkapnya »

Ketika hati merasa sepi, seharusnya hanya kepada Allah kita menepi..
Kembali, kembali dan selalu kembali…
Mendekat, mendekat dan kian mendekat..

Hari2 hujan yang dingin, lembab dan basah. Kadang membawa hati pada kesenduan, apalagi saat diri ini limbung, merasa sepi, merasa sendiri. Tapi kesadaran akan hadirNya Allah pada kehidupan inilah saja yang akan mampu menghilangkan segala keraguan dan kegalauan hidup. Saat merasa lelah dengan segala target2 pekerjaan, maka ingat kembali, bahwasanya untuk apalah tujuan hidup ini. Hanya untuk beribadah kepadaNya, mencari bekal saat menghadap kembali kepadaNya. Maka segeralah evaluasi sudah benarkah niat kita dalam bekerja, benarkah dalam rangka ibadah, jika benar, apakah sudah memberikan kontribusi dalam kebaikan (ibadah itu sendiri), jika belum atau bahkan jika hal2 yang kita kejar justru melenakan kita dari mendekatkan diri kepada Allah, mungkin sudah ada yang salah. Baca entri selengkapnya »

Juli 2014
S S R K J S M
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kategori

Butik Naufal

Toko Online penyedia busana muslim

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.