Uminaufal's Blog

Setelah sekian lama, cari2 info tentang homeschooling akhirnya ada juga keluarga (kakak) yang memutuskan untuk memilih meng homeschooling anaknya yg sdh SMA. Gabung ke kelompok homeschooling Kak Seto. Meskipun sepertinya konsepnya lebih mirip memindahkan sekolah biasa ke rumah, tapi setidaknya ada beberapa hal yang tetap bisa diambil untuk pelajaran juga, siap2 kalau nanti mau mulai homeschooling untuk Naufal, Hanif dan Yusuf.

Latar belakang nya sih kalau keponakan saya ini (sebut aja Rahmi) agak susah beradaptasi dengan lingkungan baru, akhirnya Rahmi  sendiri yang minta homeschooling. Kecenderungan Rahmi sendiri juga lebih senang dengan hal2 yang kreatif, melukis, membuat jenis2 kerajinan yg lucu2 (beads, manik2, dll), dan ada ketertarikan apada dunia per “baking”an. Ada pro dan kontranya sih, tapi kalau saya sih memandang dari sisi positifnya saja. Prediksi saya, kalau Rahmi ini punya komitmen dengan apa yang dia ingin lakukan, dalam waktu dekat dia bisa melesat dengan bakat dan passionnya. Di saat anak2 seumuran dia belajar berbagai hal di sekolah (yg mungkin sbenarnya tdk smeuanya penting utk bekal hidup), dia sudah tahu apa yang ingin dia lakukan dan ingin dia kuasai untuk bekal hidupnya nanti.

Pokoknya cayoo deh buat Kakak Rahmi, yang semangat ya belajarnya, kalau perlu nanti kalau mau ikutan kursus yg berhubungan dengan baking2, tante Susi ikutan :)

Mudah2an nanti Naufal juga bisa ikutan homeschooling juga dan Umi nya lebih siap lagi jadi pembimbing utamanya.

 

 

Pasca lebaran, geliat usaha di bidang moslem fashion cenderung menurun, apalagi dibarengi dengan tahun ajaran baru. Tapi meskipun  begitu, tetap tidak mematahkan semangat untuk terus berjuang, malah lebih semangat lagi dengan membuat inovasi-inovasi baru. Selain itu banyak waktu bisa dimanfaatkan untuk memeperbaiki manajemen di toko. Waktu luang juga relatif masih ada.

Alhamdulillah, disela-sela kesibukan mengurus toko, masih banyak waktu bersama-sama anak-anak. Masih bisa terus memantau perkembangan anak-anak. Meskipun kegiatan yg saya lakukan kadang kurang berkualitas, tapi saya masih meyakini itu masih jauh lebih baik ketimbang saya menitipkan anak-anak ke pengasuh. Saya sering terpaku melihat status beberapa teman yang bekerja,

( bukan untuk mendiskreditkan yaa..) yang sering kali bilang, kebersamaan dengan anak kan yang penting kualitasnya bukan kuantitasnya. Atau kalau saya di rumah terus malah sering kali ngga sabaran ngadepin si kecil, ujung2nya ngomel, dan malah waktu bersana anak jadi tidak berkualitas. Kebersamaan dengan anak sepanjang hari memang akan selalu diwarnai dengan berbagai tingkah polah si kecil (apalagi anak saya 3 cowok semua), yang sering kali membuat kita hilang kesabaran. Tapi justru itulah peran kita sebagai Ibu, selalu membimbing si kecil sepanjang waktu, karena seringkali anak belum mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang bahaya mana yang tidak.

Kalau Ibu sendiri tidak mau mengambil peran itu karena bisa jadi tidak sabaran, bagaimana dengan orang lain. Maka kadang jadi masuk akal saja jika seringkali terjadi kekerasan oleh pengasuh terhadap anak.  Wong orangtuanya aja tidak sabar atau tidak punya komitmen untuk mendampingi anak dengan segala tingkah polahnya, bagaimana dengan oranag lain (nanny atau pengasuh)??? Meskipun berbagai tindak kekerasan atau perlakuan yang salah terhadap anak oleh pengasuh tetap  tidak dapat dibenarkan………………

Tapi saya yakin hanya segelintir Ibu2 yang berpikiran spt itu, selebihnya pasti anak adalah segalanya, apapun untuk anak dan akan memberikan yang terbaik untuk anak. Bahkan bagi Ibu yang bekerja pun mereka selalu menyiapkan yang terbaik untuk anak2nya selama mereka bekerja, bahkan mungkin jauh lebih baik dibanding Ibu2 yang mungkin hanya di rumah seperti saya.

 

Ilmu yang tdk diamalkan tidak akan membawa manfaat apa2 bagi yang memilikinya. Tapi sebaliknya ilmu yang diamalkan, diajarkan dan dibagikan, akan memberikan manfaat yang sangat banyak. Agak terenyuh dengan diri sendiri sebenarnya berkaitan dengan kalimat pembukanya. Selama hampir 3 tahun ini saya sedikit banyak mencari berbagai info tentang homeschooling dan berbagai hal tentang home schooling, tapi pada akhirnya apa yg saya baca tak pernah saya lakukan.
Anak sy Naufal yg paling besar saat ini 6 tahun, tetap berangkat sekolah tiap hari (mulai playgroup sampai TK B). meskipun frekusensi bolos juga lumayan tinggi.

Merasa sangat tertohok saat ada teman ortu siswa di TK memutuskan untuk menghomeschoolingkan anaknya, karena merasa kurang cocok dengan lingkungan sekolah yang ada. Lalu saya kapan ya?? Padahal keinginan yang sama sudah ada sejak sekian tahun yang lalu tapi tak kunjung terealisasi juga. Alasan utamanya sih ya klasik, sibuk dengan tanggung jawab usaha dan pekerjaan. Sehingga pada akhirnya keinginan tinggal keinginan.

Saya sendiri sebenarnya takut untuk mengambil langkah besar tsb, karena pada akhirnya, saya takut tak bisa bertanggung jawab penuh atas pendidikan anak saya. Ketika saya memutuskan utk home schooling, maka otomatis semua tanggung jawab pengasuhan sekaligus pendidikan ada pada saya, tdk terbagi lagi pada guru atau institusi sekolah.
Dan saya merasa tidak siap untuk itu. Karena selama ini waktu saya dan suami hampir sebagian besar habis pada pekerjaan, mengurus perdagangan yang semestinya tak perlu serumit itu, tapi entahlah, sampai saat ini, saya merasa belum bisa cukup adil dan disiplin dalam mengalokasikan waktu untuk anak2 saya. Saya takut justru ketika home schooling yang tujuan awalnya demi kebaikan anak malah justru menjerumuskan anak. Baca entri selengkapnya »

Entah sdh berapa bulan terakhir ngga update tulisan di wordpress, padahal tiap hari dipikiran selalu ada hal yang mau ditulis, hari ini tentang ini, besok lagi tentang itu, banyak yg berseliweran tapi tak satupun yg jadi tulisan. Sayang banget padahal, tapi kondisi memang agak kurang mendukung. Bulan2 belakangan aktifitas siang hari saya lebih banyak di toko, sambil asuh anak2. Saat pulang sudah malam, dan jarang punya kesempatan buat bisa nulis. Kalaupun ada biasanya sdh terlanjur cape dan memilih untuk istirahat.

Malam ini terasa diingatkan kembali, akan banyaknya nikmat yang telah Allah limpahkan kepada keluarga kami. Sepulang dari toko langsung jenguk karyawan yang habis lahiran, kerjanya sih dl baru 6 bulanan. Begitu hamil muda ada banyak komplikasi pada kehamilannya jadi terpaksa resign. Pas lihat kondisi rumahnya, langsung mak jleb. Rumahnya yg kecil, entah dibagi berapa keluarga, dari pintu depan langsung kamar tidur, dengan alas semen yang sdh mulai rusak. Hanya dialas karpet dan kasur tipis, disitulah sang bayi, Ibu, kakak dan suami tidur jadi satu. Baca entri selengkapnya »

Setelah 30 tahun lebih menikmati karunia yang bernama kehidupan, akhirnya saya bisa meyakini, cukup dengan bermimpi, tidak melepaskannya sambil terus berusaha, maka Allah lah yang akan mewujudkan mimpi2 kita, dengan jalan yang bahkan kadang tak kita duga.
Dulu saat saya masih kecil, seumuran SD saya selalu berpikir, andai saja saya bisa sekolah di SMP yang bagus,seperti anak Pak Lurah yang cantik dan rajin, yang selalu jadi bintang kelas. Tak disangka Bapak saya yang hanya seoarang petani dan buruh jahit begitu bersemangat mendaftarkan saya ke SMP favorit di kota kecil saya. Yang akhirnya saya bisa bersekolah di sana, dan siapa nyana, saya yang anak kampung pun tak kalah berprestasi dengan anak yang lainnya.
Mulai saat itu juga, selalu tergambar dalam benak saya, bahwa kelak saya harus menamatkan pendidikan saya sampai perguruan tinggi. Meskipun saat itu tak pernah tergambar juga, apa mungkin ya saya bisa. Darimana Bapak dan Ibu saya akan membiayai kuliah saya, wong kadang untuk bayar SPP saat SMP yang waktu masih Rp 8.000 saja masih sering nunggak beberapa bulan, kalau mau tes cawu (caturwulan) baru dilunasin. Baca entri selengkapnya »

Seingat saya dulu, biasanya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi, daftarnya ya kalau sudah lulus dari sekolah yg sekarang dijalani. Tapi kalau sekarang koq beda banget ya, tahun ajaran baru dimulai bulan Juli. Tapi mulai bulan Februari, Maret orang2 koq udah pada heboh ngomongin dan daftar buat sekolah anaknya. Sama saja, mulai dari SD sampai SMA.

Saya sendiri masih bingung, untuk tingkat SD Naufal mau saya masukkan ke mana. Karena ada banyak pertimbangan yang ada dalam pikiran saya dan suami. Mau masuk SD negeri, agak ngeri dengan pergaulan dan sistem pengajaran yang kayanya masih kurang baik. Selain itu pendidikan agamanya kurang.
Mau masuk MIN yang porsi pelajaran agamanya lebih banyak, agak ragu bisa masuk apa ngga disekolah yang dituju, karena dengar2, syarat umurnya minimal 6,5 tahun. Juli nanti Naufal baru genap 6 tahun. Mau TK lagi takut sudah bosan karena sudah 3 tahun sejak playgroup (meskipun, sekolahnya sehari masuk, sehari bolos).
Mau dimasukkan ke SDIT yang dekat rumah, biayanya mahal (menurut Ibu2 lain di TK) dan beban pelajarannya terlalu berat. Saya sih cenderung sampai tingkat SD belajarnya yang santai2 saja, yang penting pembentukan sikap dan kepribadiannya masuk. Baca entri selengkapnya »

Pulang nganterin Naufal pagi ini, lihat mas2 yang sedang nyapuin jalan di depan tokonya, srak srek..rapih banget..ehh tapi koq, sampahnya dimasukin ke saluran air yang ada di bawah jalan ya…
Yeayyy, itulah memang potret masyarakat kita, yang sebagian masih belum peduli dengan hal2 spt itu…saluran air di sisi jalan raya yang sdh dibuat dengan dana yang besar dan buatnya pun susah..dipenuhi dengan sampah tiap hari, dan kebanyakn plastik…Nah klu udah mampet tuh saluran air, ngebersihinnya bakalan susah, wong celahnya aja ngga seberapa besar, ada sih saya lihat bukaan2 untuk mengecek saluran, tapi kalau untuk ngebersihin dijamin susah banget..Terus kalau kemudian banjir, karena saluran air penuh sama sampah siapa yang salah yaa..
Paling banter orang nyalahin pemerintah, ngga nyadar bahwasanya seringkali kita sendiri memberikan kontribusi juga Baca entri selengkapnya »

September 2014
S S R K J S M
« Agu    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Kategori

Butik Naufal

Toko Online penyedia busana muslim

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.