Uminaufal's Blog

Setelah 30 tahun lebih menikmati karunia yang bernama kehidupan, akhirnya saya bisa meyakini, cukup dengan bermimpi, tidak melepaskannya sambil terus berusaha, maka Allah lah yang akan mewujudkan mimpi2 kita, dengan jalan yang bahkan kadang tak kita duga.
Dulu saat saya masih kecil, seumuran SD saya selalu berpikir, andai saja saya bisa sekolah di SMP yang bagus,seperti anak Pak Lurah yang cantik dan rajin, yang selalu jadi bintang kelas. Tak disangka Bapak saya yang hanya seoarang petani dan buruh jahit begitu bersemangat mendaftarkan saya ke SMP favorit di kota kecil saya. Yang akhirnya saya bisa bersekolah di sana, dan siapa nyana, saya yang anak kampung pun tak kalah berprestasi dengan anak yang lainnya.
Mulai saat itu juga, selalu tergambar dalam benak saya, bahwa kelak saya harus menamatkan pendidikan saya sampai perguruan tinggi. Meskipun saat itu tak pernah tergambar juga, apa mungkin ya saya bisa. Darimana Bapak dan Ibu saya akan membiayai kuliah saya, wong kadang untuk bayar SPP saat SMP yang waktu masih Rp 8.000 saja masih sering nunggak beberapa bulan, kalau mau tes cawu (caturwulan) baru dilunasin. Baca entri selengkapnya »

Seingat saya dulu, biasanya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi, daftarnya ya kalau sudah lulus dari sekolah yg sekarang dijalani. Tapi kalau sekarang koq beda banget ya, tahun ajaran baru dimulai bulan Juli. Tapi mulai bulan Februari, Maret orang2 koq udah pada heboh ngomongin dan daftar buat sekolah anaknya. Sama saja, mulai dari SD sampai SMA.

Saya sendiri masih bingung, untuk tingkat SD Naufal mau saya masukkan ke mana. Karena ada banyak pertimbangan yang ada dalam pikiran saya dan suami. Mau masuk SD negeri, agak ngeri dengan pergaulan dan sistem pengajaran yang kayanya masih kurang baik. Selain itu pendidikan agamanya kurang.
Mau masuk MIN yang porsi pelajaran agamanya lebih banyak, agak ragu bisa masuk apa ngga disekolah yang dituju, karena dengar2, syarat umurnya minimal 6,5 tahun. Juli nanti Naufal baru genap 6 tahun. Mau TK lagi takut sudah bosan karena sudah 3 tahun sejak playgroup (meskipun, sekolahnya sehari masuk, sehari bolos).
Mau dimasukkan ke SDIT yang dekat rumah, biayanya mahal (menurut Ibu2 lain di TK) dan beban pelajarannya terlalu berat. Saya sih cenderung sampai tingkat SD belajarnya yang santai2 saja, yang penting pembentukan sikap dan kepribadiannya masuk. Baca entri selengkapnya »

Pulang nganterin Naufal pagi ini, lihat mas2 yang sedang nyapuin jalan di depan tokonya, srak srek..rapih banget..ehh tapi koq, sampahnya dimasukin ke saluran air yang ada di bawah jalan ya…
Yeayyy, itulah memang potret masyarakat kita, yang sebagian masih belum peduli dengan hal2 spt itu…saluran air di sisi jalan raya yang sdh dibuat dengan dana yang besar dan buatnya pun susah..dipenuhi dengan sampah tiap hari, dan kebanyakn plastik…Nah klu udah mampet tuh saluran air, ngebersihinnya bakalan susah, wong celahnya aja ngga seberapa besar, ada sih saya lihat bukaan2 untuk mengecek saluran, tapi kalau untuk ngebersihin dijamin susah banget..Terus kalau kemudian banjir, karena saluran air penuh sama sampah siapa yang salah yaa..
Paling banter orang nyalahin pemerintah, ngga nyadar bahwasanya seringkali kita sendiri memberikan kontribusi juga Baca entri selengkapnya »

Jodoh memang sungguh adalah rahasia Allah. Bisa diupayakan, tapi hasil akhirnya tentu saja hanya Allah lah yang mengetahui. Seperti halnya dengan kakak iparku, tetehku yang sungguh baik, tapi belum juga bertemu jodohnya. Kalau dipikir2, sebagai wanita tetehku ini hampir tidak ada kurangnya (sempurna sih tidak ya..). Beliau ini cantik dan rajin merawat diri, sehingga saat usia menjelang 50 tahun pun masih tetap cantik. Pandai memasak, menjahit, rajin bersih2, sabar dan telaten mengurus anak. Pokoknya kalau jadi Ibu udah paling top deh. Baca entri selengkapnya »

Ketika hati merasa sepi, seharusnya hanya kepada Allah kita menepi..
Kembali, kembali dan selalu kembali…
Mendekat, mendekat dan kian mendekat..

Hari2 hujan yang dingin, lembab dan basah. Kadang membawa hati pada kesenduan, apalagi saat diri ini limbung, merasa sepi, merasa sendiri. Tapi kesadaran akan hadirNya Allah pada kehidupan inilah saja yang akan mampu menghilangkan segala keraguan dan kegalauan hidup. Saat merasa lelah dengan segala target2 pekerjaan, maka ingat kembali, bahwasanya untuk apalah tujuan hidup ini. Hanya untuk beribadah kepadaNya, mencari bekal saat menghadap kembali kepadaNya. Maka segeralah evaluasi sudah benarkah niat kita dalam bekerja, benarkah dalam rangka ibadah, jika benar, apakah sudah memberikan kontribusi dalam kebaikan (ibadah itu sendiri), jika belum atau bahkan jika hal2 yang kita kejar justru melenakan kita dari mendekatkan diri kepada Allah, mungkin sudah ada yang salah. Baca entri selengkapnya »

Pagi ini nganterin Naufal sekolah, rapi dengan jas hujan dan payung. Minggu2 ini memang penuh dengan rintik dan guyuran hujan, Alhamdulillah. Biasanya sih kalau hujan2 gini Naufal saya biarkan tidak masuk sekolah, karena meskipun sekolahnya dekat, saat mengantar biasanya saya bawa adiknya yang bayi 7 bulan (Yusuf). Jadi daripada masuk sekolah terus habis itu ada yang demam atau pilek2, ya mending saya liburkan saya. Hehehe..kebiasaan maknya ini mah males…jangan ditiru ya.

Tapi pagi ini sudah saya tekadkan untuk masuk sekolah, karena minggu kemarin cuma sehari masuk sekolah, takut keterusan malesnya. Untuk masalah sekolah karena masih TK saya memang cenderung sangat longgar kepada anak saya. Kalau dia sedang bosan atau kecapean ya tidak pernah saya paksakan, malah agak saya dorong untuk di rumah saja. Sebagai gantinya biasanya di rumah saya print kan gambar untuk mewarnai, baca cerita dan aktifitas lainnya. Tapi kadang saya sendiri kurang konsisten, sehingga belajar dirumah pun relatif sekenanya, tidak terjadwal dan terstrukstur dengan bagus. Akhirnya waktunya pun banyak habis dengan menonton TV. Baca entri selengkapnya »

Beberapa waktu lalu baca tulisan blogger yg udah senior dan beliau adalah salah satu mitra bisnis Butik Naufal. Tentang bisnis yang tidak harus selalu ada passion di dalamnya, karena bisnis dalam masa2 sekarang ini banyak juga yang mengambil untung dari trend yang sedang berlaku di masyarakat, jadi tidak melulu tentang passion pemilik bisnisnya. Masalah passion pemiliknya ya, tidak harus disalurkan melalui bisnis kan, bisa jadi kegiatan selingan atau hobi saja.

Memang menguntungkan juga sih kalau passion kita pada suatu hal bisa menghasilkan uang. Misal nih Ibu2 yang hobi masak, coba2 resep ini itu, terus jadilah dia bakul kuliner, pasti top markotop tuhh..Kesenangannya tersalurkan dan sekaligus bisa menghasilkan uang. Tapi pada titik tertentu, kadang kesenangan yang seperti itu bisa berkahir lohh. Misal nih sang Ibu bakul kuliner tadi, saking laris manisnya jualannya, mau tidak mau harus mengikuti request konsumen, memasak yang tadinya kesenangan bisa jadi berubah jadi tuntutan yang membosankan. Saat2 sudah capek, pengen istirahat, order masih berdatangan dan susah ditolak. Itulah resiko bisnis. Baca entri selengkapnya »

April 2014
S S R K J S M
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Kategori

Butik Naufal

Toko Online penyedia busana muslim

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.