Posted by: Uminaufal on: Januari 13, 2012
Memandangi tumpukan buku2, di rak dan di dus2 di gudang pojokan rumah, membuatku menengok kembali ke belakang, ke waktu beberapa tahun yang telah lewat. Saat kami begitu antusias mengumpulkan tiap buku tsb, memilihnya satu per satu di pasar Senen yang pengap dan bau, sebuah perjuangan yang tidak mudah. Membutuhkan waktu seharian tiap kali harus belanja buku2 tersebut. Tiap 2 minggu sekali belanja buku untuk mengupdate koleksi taman bacaan Guppy, usaha pertama yang kami jalani. Pada awalnya kami memang memiliki kecintaan yang besar kepada dunia komik, kami menikmati benar saat2 itu.
Tapi kehidupan terus berjalan, realitas berbicara bahwa dengan usaha rental komik saja tidaklah cukup. Harus ada usaha lain, dan rental komik jugalah yang membuka peluang usaha lain bagi kami. Cafe Guppy, cafe kecil2an dengan jajanan murah meriah khas anak sekolah. Saat kesibukan makin meningkat, usia makin bertambah, perlahan namun pasti masa2 kecintaan kami pada komik mulai memudar. Taman bacaan yang tadinya jadi fokus utama kami mulai tergeser oleh Cafe Guppy, penambahan buku pun seadanya saja. Apalagi ketika kami memutuskan untuk membuka usaha lain di bidang fashion busana muslim, keberadaan buku2 tsb kian tergusur. Hingga akhirnya taman bacaan (rental komik) kami tutup karena tempatnya sudah tidak memadai dan kami tak punya cukup waktu dan tenaga untuk mengurusnya.
Buku2 yang tadinya terjajar rapi di rak2 kayu dan terpajang di ruang depan rumah kami, kini harus tergusur, tersembunyi di dalam dus2 atau di rak2 di pojokan gudang. Saat mengingat dulu begitu besar kecintaan kami akan buku2 tsb dan kenangan2 kami bersamanya, rasanya tidak tega membiarkan mereka teronggok begitu saja di pojokan gudang. Kami ingin ada antusiasme lagi dalam buku2 tsb, antusiasme oleh orang2 yang membuka2 halamannya untuk mengikuti jalan ceritanya. Seperti dulu saat kami bawa buku2 itu ke rumah kami. Kami memang mencintaimu, dulu, sekarang juga masih. tapi mungkin gudang pojokan rumah bukan tempat yang tepat untuk kalian.
Kami akan berbahagia jika ada sahabat atau teman2 yang mau menampung buku2 tsb dan menempatkan mereka pada tempat yang semestinya. Buku adalah untuk dibaca bukan untuk disimpan begitu saja dalam dus atau di rak2 pojokan rumah. Mungkin sudah saatnya kami melepaskan buku2 tersebut dengan ikhlas agar bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi siapapun. Bersama dalam buku2 tsb memang tersimpan cerita, kenangan dan kisah2 perjalanan hidup kami. Oleh karena itu rasanya tidak adil bila kisah indah itu hanya berakhir di gudang pojokan rumah saja.
Jika ada yang berminat pada koleksi buku2 kami (sebagian besar adalah komik dan jumlahnya lebih dari 1000) bisa menghubungi kami ke email ncus3s@gmail.com. Kami akan berikan semua buku tsb secara gratis untuk kepentingan apapun, dibuat taman bacaan gratis, disewakan bahkan untuk dijual pun kami ikhlas. Asal membawa manfaat, karena rasanya buku2 tsb jadi kehilangan nilai manfaatnya di rumah kami saat ini.
Tulisan ini boleh di share ke media apa saja, siapa tahu teman atau saudara dari teman2 semua ada yang membutuhkan informasi ini.