Uminaufal's Blog

Novel  Me Before You menceritakan kehidupan seorang pria penderita Quadriplegia  (tidak bisa menggerakkan bagian dada ke bawah) bernama Will Traynor, yang harus selalu berada di kursi roda karena kecelakaan motor. Hidupnya menjadi  sangat bergantung pada orang lain, nyaris hanya kepala dan jari-jari tangan yang bisa digerakkan sendiri.  Dia merasakan frustasi dan depresi yang sangat dalam dengan kehidupannya tersebut. Sebelumnya kehidupan Will hampir sempurna. Dia sosok pengusaha muda sukses yang ambisius dan sangat menyukai tantangan. Berbagai hal yang menantang pernah dia lakukan, paralayang, bungee jumping, bermain ski, mendaki gunung dan semacamnya. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Sedih banget ya Mak, belakangan fenomena anak-anak berbicara kasar atau kurang baik makin merajalela. Bahkan di lingkungan sekolah TK dan SD yang harusnya menjadi tempat anak-anak belajar hal-hal baik, banyak yang menggunakan kata-kata yang kurang baik. Sebagai seorang Emak dari empat anak yang masih kecil, hal seperti itu tentu membuat saya khawatir. Bagaimana kalau anak saya nanti ikutan berbicara kasar seperti anak yang lain?  Kekhawatiran saja tentu tidak bisa jadi solusi ya Mak. Langkah nyata Emak dalam memberikan bimbingan dan pengertian pada anak tentu jauh lebih penting.

Nah berikut tips yang saya terapkan pada anak saya agar tidak ikut-ikutan berbicara kasar, mungkin bisa jadi inspirasi bagi Emak-emak semua.

  1. Keteladanan, bagi anak sosok Emak adalah sosok yang paling dekat. Apapun yang dikatakan Emak itulah yang akan ditiru oleh anak. Oleh karena itu jangan sekali-kali berkata kasar atau tidak baik kepada anak meskipun dalam kondisi marah. Berusahalah untuk selalu berbicara dengan pilihan kata yang baik.
  2. Pengertian, berikanlah pengertian pada anak bahwa kata-kata yang kasar dapat menyakiti perasaan orang lain dan bisa menimbulkan salah paham. Tidak semua orang bisa menerima perkataan yang kasar. Dalam agama pun diajarkan, “Berkatalah yang baik atau diam”. Artinya perkataan yang baik adalah keharusan bukan pilihan.
  3. Edukasi lingkungan keluarga, selain kepada anak, berikanlah pengertian pada orang-orang terdekat untuk selalu berbicara baik. Asisten rumah tangga kadang berasal dari lingkungan yang kurang baik dan terbiasa berbicara kurang baik. Jika dibiarkan tentu akan memberikan pengaruh buruk pada anak. Saat pertama bekerja, berikan pengertian pada asisten rumah tangga untuk mengganti perkataan kurang baik dengan yang baik. Jelaskan dampak buruk perkataan yang kurang baik tersebut dan perasaan Emak saat mendengar kata-kata yang kurang baik.
  4. Edukasi di lingkungan sekitar rumah, jangan sungkan untuk mengingatkan teman anak atau orangtuanya jika sering menggunakan kata-kata kurang baik. Berikan pengertian secara baik-baik bahwa kata-kata kasar kurang baik digunakan, apalagi oleh anak-anak. Berat memang ya Mak, tapi hal tersebut harus dilakukan. Jika lingkungan terbiasa dengan kata-kata kasar anak cenderung mengikuti meskipun di rumah diajarkan untuk berkata yang baik-baik. Memang benar ya ungkapan yang mengatakan, “Perlu orang sekampung untuk mendidik anak”.
  5. Kerjasama dengan guru di sekolah, kata-kata guru biasanya lebih didengarkan oleh murid maupun wali murid. Kegiatan seminar parenting di sekolah bisa menjadi sarana untuk mengedukasi orang tua agar senantiasa membiasakan anak-anaknya berkata baik. Begitu juga dengan Emak-emaknya.

Langkah-langkah di atas memang tidak bisa seratus persen menghilangkan pengaruh perkataan buruk dari lingkungan kita ya Mak. Tapi paling tidak jika Emak konsisten melakukannya,  orang akan tahu bahwa Emak tidak suka dengan perkataan yang kurang baik. Orang-orang pun pasti akan sungkan berkata yang kurang baik di depan Emak.  Dengan begitu mudah-mudahan anak-anak Emak pun bisa terhindar dari kontaminasi perkataan yang kasar dan kurang baik.

hadiahDalam kehidupan manusia, hadiah memiliki pengaruh positif untuk memperkuat ikatan dan hubungan sosial. Dengan hadiah, rasa cinta akan tumbuh, kasih sayang akan langgeng, kedengkian akan sirna, dan hati akan saling terpaut.

Hadiah merupakan tanda cinta dan ketulusan hati. Ia merupakan lambang pemuliaan dan penghargaan. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerima hadiah dan menganjurkan umatnya untuk saling memberi dan menerima hadiah. Beliau bersabda: “Hendaklah kalian saling memberi hadiah, agar kalian saling mencintai.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, Shahih al-Jami 3004, al-Irwa 1601)

Baca entri selengkapnya »

writing

Sejak kecil saya sangat suka membaca, dari kebiasaan membaca itu kemudian saya juga suka menulis. Saat remaja saya terbiasa menuliskan cerita-cerita seru tentang keseharian saya di buku harian, karena waktu itu menulis di buku harian atau diary terlihat sangat keren. Setelah menikah aktifitas membaca dan menulis saya jauh berkurang. Bacaan yang dibaca pun paling seputaran novel-novel ringan untuk mengurangi kepenatan. Menulis pun hanya sesempatnya di blog. Itu juga masih asal-asalan, hampir tanpa konsep dan isinya campur-campur. Kadang cerita tentang aktifitas saya sebagai pedagang, kadang seputar kuliner, kadang juga seputaran masalah sebagai ibu rumah tangga.

Baca entri selengkapnya »

Sukses dengan koleksi sarimbit pada lebaran 2016, Zenitha brand busana muslim yang fashionable namun tetap santun kembali mengeluarkan koleksi After Lebaran 2016. Sebenarnya sudah agak lama koleksi Zenitha after lebaran 2016 dilaunching, tepatnya awal September 2016. Tapi saya baru sempat menuliskan reviewnya sekarang. Agak telat mungkin ya, tidak apa-apa…toh periode katalognya masih berjalan dan produknya sendiri sedang laku-lakunya. Jika biasanya Zenitha lebih banyak mengahadirkan desain untuk Ibu-ibu, pada katalog edisi ini Zenitha menghadirkan koleksi busana casual dengan desain yang lebih muda dan fresh. Beberapa model laris manis  jadi outfit favorit untuk anak-anak kuliahan atau Ibu-ibu muda yang hobbi jalan-jalan.

Berikut adalah beberapa model yang menjadi hot item pada katalog edisi September 2016. Desain yang cardigan dengan warna-warna soft, sangat cocok dipadukan dengan inner casual bahan kaos katun yang sangat nyaman.

Zenitha Model 268

Zenitha Model 268

Baca entri selengkapnya »

Tas berbagai merk ternama dijajakan murah dijejeran pedagang kaki lima. Sepatu merk terkenal di dunia tak kalah berbaris di kios-kios pinggir jalan raya. Jangan tanya harganya, tak perlu mahal-mahal, bisa jadi dengan uang Rp 50.000 saja kita bisa mendapatkannya. Ya, itulah salah satu gambaran kecil sisi kurang baik negeri ini. Dimana orang senang sekali latah dan meniru. Meniru penampilan orang-orang kaya atau artis pujaannya. Meskipun barangnya tiruan tak mengapa, asal sudah mirip atau dianggap sama.

Itulah kenapa kemudian pembajakan dan peniruan tumbuh subur di negeri ini. Sudah mulai sejak jaman rekaman kaset lagu kenangan hingga sekarang. Apa saja yang ditiru atau dipalsukan, banyak bahkan mungkin setiap barang ada tiruannya. Coba saja kita daftar. Sepatu, baju, film, tas,onderdil kendaraan, barang elektronik, obat-obatan, bahkan vaksinpun ada tiruannya.

Konon katanya kesuksesan pun bisa ditiru, tinggal kita tiru pola orang sukses maka kitapun bisa jadi sukses. Maka bagi siapa saja yang mendedikasikan dirinya pada proses kreatif di negeri ini, janganlah cepat kecewa atau sakit hati jika hasil karyanya yang dihasilkan dengan segala upaya bisa ada tiruannya dalam sekejap saja. Ya itulah resikonya, jika Anda sukses maka segera saja akan ada yang meniru. Jika karya Anda bagus, maka segera saja ada yang menyerupai.

Pun sama dalam bisnis baju muslim, beberapa tahun belakangan telah terjadi proses peniruan besar-besaran yang menurut saya mengakibatkan goyahnya keseimbangan yang sudah ada sebelumnya. Pada awal-awal saya jualan beberapa brand baju muslim, spesifiknya baju muslim casual bahan kaos, sudah ada keseimbangan antara permintaan dan supply dengan tingkat harga yang masih bagus. Bagus bagi produsen (memberikan keuntungan yang cukup) dan masih terjangkau oleh konsumen di kelasnya. Ada beberapa brand yang memang menjadi trend setter, kemudian diikuti oleh brand lain yang muncul belakangan, tapi tidak merusak kesetimbangan. Karena harga yang ditawarkan pun relatif masih sehat secara bisnis. Secara desain pun masing-masing brand berusaha menampilkan ciri khas tersendiri.

Namun 3 tahun belakangan muncul brand-brand baru yang bisa dikatakan menghilangkan satu proses penting dari sebuah karya yaitu proses kreatif atau desain. Brand-brand ini cenderung meniru plek desain yang sudah ada dan terbukti laku di pasaran. Desain-desain ini dibuat ulang dengan kualitas bahan dengan grade lebih rendah, ditempeli brand agar tak kalah keren kemudian dijual dengan harga yang murah…lebih murah hampir 40%. Dan hasilnya jreng….brand itu sangat laku di pasaran, seperti halnya tas KW  yang dijual di emperan. Yang tadinya baju branded hanya laku untuk kelas middle up, sekarang semua orang bisa membelinya. Orang-orang yang tadinya setia dengan brand lamapun akhirnya berpindah ke yang baru, karena yang baru lebih murah, lumayan untuk mengatasi masalah dikala susah.

Brand-brand lama yang lebih dulu eksis pun beberapa goyah, pasarnya terbelah dan terpecah. Memang tak mudah, tapi disini di negeri para peniru kita tidak boleh menyerah. Jika menyerah itu artinya kalah.

 

 

Rumah bagi saya adalah tempat dimana semestinya sebuah keluarga berada. Berkumpul bersama dan tumbuh bersama. Rumah mestinya jadi tempat yang ideal bagi siapa saja yang ada didalamnya untuk menjalani aktifitasnya sekaligus beristirahat di dalamnya.

Rumah semestinya akan tetap menjadi sebuah memori indah saat kita tak lagi tinggal di sana dan mendatangkan kerinduan untuk kembali berkunjung menengoknya. Seperti halnya seorang anak yang rindu akan peluk orangtua, seperti itulah mestinya rumah. Tempat kembali, menemukan segala kenangan indah  saat bersamanya.

Baca entri selengkapnya »

September 2017
S S R K J S M
« Agu    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kategori

Butik Naufal

Toko Online penyedia busana muslim

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.